top of page

"Seperti anda, beberapa tahun yang lalu saya punya banyak masalah. Mulai dari jerawat yang makin buruk mendekati tipe rosacea, alergi makanan dan masalah pencernaan. Tentunya, sudah berbagai hal saya coba untuk mengatasi, terutama masalah jerawat saya yang sangat jelas. Pergi ke beberapa dokter kulit dan mencoba beragam perawatan wajah dari beberapa klinik skin care ternama namun jerawat tak pernah bosan datang, sangat bandel dan justru semakin banyak. Semua masalah ini bertahan sampai saya hamil dan menemukan bahwa Functional Medicine adalah jawaban semua masalah saya.

​

Saya mulai belajar tentang Functional Medicine dan menerapkan prinsip-prinsipnya terhadap diri saya sendiri. Saya akhirnya menemukan akar masalah berbagai keluhan saya adalah kebiasaan makan (diet) yang buruk disertai stres.

​

Sedikit demi sedikit saya merubah cara saya memperlakukan hidup dan tubuh saya sendiri berdasar pada beberapa kunci penting yang menjadi akar masalah kesehatan saya.

​

Tubuh saya merespon, kesehatan saya membaik, jerawat tak lagi sering berkunjung dan saya merasa lebih bahagia.

​

Sejak saat itu, saya memutuskan untuk menggunakan prinsip Functional Medicine untuk membantu pasien-pasien saya berproses menuju tujuan sehatnya." 

​

 

dr. Qorry merupakan seorang dokter berlisensi yang menjalankan praktek medis berbasis prinsip 'Functional Medicine', dimana manajemen suatu penyakit, utamanya penyakit kronis, dilihat secara keseluruhan (holistik) berdasarkan asal mula sebabnya dan bukan hanya tentang memberi resep obat.

​

dr. Qorry lulus dari Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Yogyakarta pada tahun 2011. Semenjak lulus, dr. Qorry aktif berpraktek di beberapa rumah sakit dan klinik ternama di Yogyakarta dan Jawa Tengah.

​

Tahun 2015 dr. Qorry mulai mempelajari ilmu Functional Medicine secara khusus dan telah resmi terdaftar sebagai salah satu dari sekian banyak dokter dan klinisi yang mendalami ilmu Functional Medicine dari institusi resmiya, Institute for Functional Medicine (IFM). Selain belajar langsung dari IFM, dr. Qorry juga tergabung dalam forum belajar dan diskusi (online training & discussion forum) antar praktisi Functional Medicine yang didirikan oleh seorang praktisi senior di bidang Functional Medicine, Chris Kresser melalui institusi pendidikan khusus Functional Medicine miliknya, Kresser Institute.

​

dr. Qorry saat ini praktek di Klinik Kucala Medical Center dan menerima konsultasi secara online. Selain praktek sebagai dokter & praktisi Functional Medicine, dr. Qorry juga seorang penulis dan keynote speaker di berbagai seminar & workshop. 

1.Sistem Kesehatan Yang Berorientasi Pada Disease Care

Banyaknya pertanyaan yang saya terima dari kerabat maupun pasien di tempat praktek seputar penyakit kronis yang dideritanya lambat laun memunculkan pertanyaan di kepala saya, apakah penyakit kronis memang sesulit itukah diatasi, mengapa obat-obatan yang sudah dikonsumsi secara rutin oleh pasien tak banyak membantu dan justru tak jarang pasien yang berobat rutin akhirnya datang dalam kondisi terminal dan menemui ajalnya di rumah sakit? Mengapa makin banyak orang menderita penyakit kronis? Apa yang bisa dilakukan seorang dokter selain memberikan obat?

​

Meningkatnya kasus kematian akibat penyakit kronis setiap tahunnya mengindikasikan ada sesuatu yang salah pada sistem kesehatan yang saat ini diterapkan di dunia dan khususnya di Indonesia. (1) (2)   Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013 menunjukkan peningkatan prevalensi beberapa penyakit kronis yang signifikan.  (3)

​

Sistem kesehatan yang umum diterapkan di dunia saat ini lebih berorientasi pada manajemen suatu penyakit berdasarkan diagnosisnya, yakni disease care. Kekuatan sistem ini terletak pada kemampuannya mengatasi kondisi akut dan emergency dimana diperlukan tindakan cepat dan tepat untuk menyelamatkan nyawa dan memperpanjang usia pasien. Namun, terdapat kelemahan dalam disease care, yakni sulitnya memulihkan fungsi tubuh pada kondisi normalnya dari suatu penyakit kronis.

 

Functional Medicine (FM) menerapkan sistem health care dimana kondisi seseorang tidak ditangani berdasarkan diagnosis penyakitnya namun berdasarkan akar permasalahan yang ditemukan sehingga berbagai bentuk gejala yang dialami diharapkan dapat teratasi.

 

Sebagai seorang dokter saya ingin dapat membantu pasien benar-benar mengetahui akar masalah kesehatannya dan mendampinginya berproses menuju fungsi tubuh yang optimal, bukan hanya menutupi gejala-gejala yang timbul dengan obat-obatan.

 

2. Kepuasan Pasien

Saya melihat perbedaan yang cukup signifikan dari respon pasien yang ditangani secara konvensional dan fungsional. Praktisi FM benar-benar mendedikasikan waktunya untuk pasien. Ia perlu menggali dan mencari tahu mengapa seseorang datang padanya. Hal ini memberi manfaat pada hubungan dokter-pasien yang kuat, sehingga pasien dapat lebih mudah bekerja sama dengan dokter dalam mencapai tujuannya.

​

Sebagian besar pasien yang datang pada saya menyatakan lebih senang jika mendapat penjelasan dan bisa berdiskusi lebih lama dengan dokter tentang kondisinya.

​

Indonesia 'Functional Medicine' Doctor: dr. Qorry Agustin (Yogyakarta based Functional Medicine Doctor

Tentang dr. Qorry Agustin Prahudiastuti

Mengapa menerapkan prinsip Functional Medicine dalam menangani pasien?

​

Indonesia 'Functional Medicine' Doctor: Dokter Peduli Pasien
bottom of page